u comment i follow

W3LC0M3 !N MY BL0G

My Zodi4k

My Zodi4k

Rabu, 24 Februari 2010

SAAT TUHAN MENGUJI

Cerpen Karya :Lis Dewi NB ( Kelas IX A )

Memang sudah nasibku, aku tak pernah menyangka jika orang yang paling aku sayangi akan pergi meninggalkanku. Seandainya dia tahu apa yang kini aku rasakan pasti semuanya tidak akan berantakan seperti saat ini. “ Ya Allah!mengapa Engkau beri aku cobaan yang seberat ini, apa salahku ? Apakah karena aku tidak selalu menjalankan perintah-Mu, atau karena apa ? jawab ya Allah, aku ingin tahu apa salahku !” Pintaku dalam shalat malamku .

Pagi telah tiba, mentaripun telah menampakkan sinarnya. Aku terbangun dari tidur malamku, saatitu kudengar suara ibuku memanggilku.

“ Len, bangun, sudah siang.Cepat mandi dan segera bantu ibu menggoreng telur!” Pinta ibuku yang sedari tadi sibuk dengan pekerjaannya di dapur.

“ Ya bu !” Jawabku sambil bangun dari tempat tidurku dan segera mengambil handuk untuk kubawa ke kamar mandi.

Akupun segera mandi, kupercepat mandiku agar aku bisa membantu ibuku dengan segera.
“ Sini biar saya saja yang menggoreng telurnya, ibu ngurus yang lain saja!”

“ Hati-hati, nanti kalau terkena minyak ibu juga kan yang repot!”

“ Ok, ibuku yang baik!” Sahutku dengan penuh keharuan dan semangat.
Ibuku memang sayang sekali padaku, melebihi apapun, begitu pula aku.
Bagiku ibuku adalah belahan jiwaku selain dia.Setelah selesai menggoreng telur, aku segera sarapan dan berangkat sekolah.

***
Langkah demilangkah kulalui di jalan setapak yang kini sudah menjadi jalanku menuju masa depan.Kuarungi jalan itu dengan penuh semangat, tanpa menghiraukan kicau-kicau burung yang dari tadi mengajakku untun bicara. Lama- lama akhirnya akupun terbujuk untuk mengajak bicara seekor burung yang sedang berkicau.

“ Hai burung! Kamu tadi lihat si Novi nggak ? Aku lagi bete nih, soalnya akulagi punya masalah , ada yang nggak mahu menjawab pertanyaanku. Boleh nggak aku curhat sama kamu ? Boleh ya, boleh kan, pastiboleh dong!”
Kutengok jam tanganku, kulihat jarum jam sudah hampir menunjuk ke angka 7. Akupun segera melangkahkan kakiku menuju gedung sekolahku yang tercinta.

“ Aduh, gimana nih ! Semoga saja aku nggak terlambat, kalau sampai terlambat bisa-bisa aku dihukum bu Asih nih!” Pintaku dalam hati.

***

Sampainya di sekolah, aku langsung berlari menuju kelas terbaikku.

“ Gimana kabar loe, Len?” Tanya Novi dengan senyumannya yang manis.

“ Kabarku baik-baik aja tuh,gimana dengan kamu?”

“Gue baik-baik aja kok! Aduh Len, loe tahu nggak kalau gue tadi ketemu sama Ferry, dia tuh manis banget deh sampai-sampai gue tuh nggak kedip saat ngelihat dia” Cerocoh Novi dengan lagaknya yang selalu pengin terlihat manis di depan Ferry.

“Manis mana sama OVIE WALI,apa manisnya semanis coklat ?” Candaku sambil tertawa kecil.

“Ah loe, Len. Loe tuh sukanya bercanda aja ya kayak pelawak aja !”

Setelah lama pelajaran, bel tanda istirahatpun berbunyi. Pak Har yang selalu serius saat mengajar, segera pergi meninggalkan kelasku.

“ Gue mau ke Kamar mandi, loe mau ikut apa nggak ?”Tanya Novi.

“So pasti, tapi jangan lama-lama ya aku belum selesai mengerjakan tugas dari Pak Mamat!”

“Okelah kalau begitu, Yuk!”

Kamipun segera meninggalkan kelas kami. SEtelah mengantar Novi ke kamar mandi aku segera menuju ke kelas untuk mengerjakan tugas yang elum selesai.
Setelah lama mengikuti jam pelajaran terakhir, akhirnya bel pulang sekolah bunyi juga.

***

Di jalan, aku curhat soal masalahku sama Novi, Novipun juga curhat soal si Ferry.

“Len, gue kepingin jadi pacarnya Ferry, loe mau nggak bantuin gue?” Pinta Novi’

“ What? Kamu minta bantuan sama aku, memangnya apa yang bisa aku lakuin untuk kamu?”

“ Ya iyalah loe bisa, loe kan yang paling dekat sama Ferry!”

“ Ya sudahlah kalau memeng ini yang bisa aku lakuin buat kamu, tapi kamu juga harus mau kalau aku maintain bantuan?”

“ Ya lah!”

“Alah gaya kamu kayak Si Mail aja” Candaku.

***

Saat aku berjalan di badan jalan, tak kusangka ada mobil dari arah yang berlawanan melaju dengan cepat sehingga tubuhku terpanting dengan keras. Air matapun menetes ditubuh Novi, dia terlihat ketakutan,diapun segera membawaku ke Rumah Sakit. Berminggu-minggu aku koma, semua keluargaku cemas dan takut kalau aku sampai meninggalkan mereka. Setelah 5 minggu aku koma, akhirnya dokter mengabarkan pada keluargaku kalau aku sudah sadar dan boleh segera dijenguk.

“ Len, kamu sudah sadar? Disini ada Novi dan teman-temanmu yang lain!”Kata ibuku yang menangis tersedu-sedu melihat keadaanku yang masih lemah.

“ Maafin Leni ya bu, kalau selama Leni sakit hanya menyusahkan ibu saja, sekali lagi maafin Leni, ya!” . Aku melihat teman-temanku dengan penuh rasa kebahagiaan.

“Nov, maafin aku ya, karena aku nggak jadi bantuin kamu buat ngedapetin hati Ferry” Pintaku pada Novi.

“Apa! Jadi kamu suka sama aku, Nov?” Ferry kaget mendengar ucapanku.

“Maafin aku ya Ferr, selama ini aku udah nyembunyiin perasaanku sama kamu” Pinta Novi.

“ Sebenarnya aku juga suka sama kamu kok, Nov! Hanya saja aku malu mengatakannya padamu” Sahut Ferry’

“Ok, Sekarang aku sudah bisa nyatuin kalian berdua. Sekarang aku bahagia sekali, disaat aku terbaring lemah di rumah sakit kalian ada disampingku, itu udah sangat berharga bagiku.Sekarang aku sadar, tanpa kehendak-Nya aku pasti tidak akan bisa bertemu dengan kalian lagi. Nov, sekarang kamu sudah tahu kana pa masalahku? Ya inilah masalahku, aku nggak bisa menyadari betapa pentingnya RAHMAT & HIDAYAH-NYA!” .


Inilah arti penting dari bersyukur, tanpa-Nya kita tidak akan pernah bisa mendapat kenikmatan yang indah dan bermanfaat.Semoga apa yang aku alami tidak terjadi sama kailian.

5 komentar:

  1. cerpenya bagus sangat dramatis

    BalasHapus
  2. Ceritanya udah bagus koq ,Tapi kenapa U sangkut-sangkutin Q di cerita u.Satu lagi kalau nulis yang teliti dong!jangan di bolak-bolak.

    BalasHapus
  3. ceritanya sudah menyentuh,tapi kepanjangan.

    BalasHapus
  4. Cerpennya sudah bagus tapi kurang konfliknya

    BalasHapus
  5. ceritanya cukup menarik,terlalu sedikit mungkin perlu di kembangkan lagi....!! ok3



    saya beri nilai (70)

    BalasHapus